This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

02 Februari 2026

ULASAN FILM RAJAH: MANIFESTASI ESTETIKA MISTIS DALAM TEROR PSIKOLOGIS NUSANTARA

 

Film horor Indonesia kembali memasuki babak baru di tahun 2026 melalui karya terbaru sutradara R Jiwo Kusumo, bertajuk RAJAH. Diproduksi oleh Eight Senses Film, sinema ini bukan sekadar mengeksploitasi jump scare murah, melainkan sebuah eksplorasi seni dekoratif mistis yang dibalut dengan ketegangan psychological thriller.

1. Narasi dan Kedalaman Filosofis

Secara tematik, RAJAH memposisikan dirinya sebagai "karya sastra visual". Film ini mendefinisikan ulang rajah bukan hanya sebagai goresan fisik, melainkan simbol doa, harapan, dan proteksi spiritual (tolak bala).

Naskahnya berhasil menangkap esensi karakter pemegang Rajah: sosok yang diam, kontemplatif, dan berhati-hati dalam berucap. Premis ini membangun ketegangan organik; penonton dibuat sadar bahwa dalam film ini, kata-kata memiliki kekuatan yang sama mematikannya dengan aksi fisik. Pertanyaan moral yang dilemparkan, "Rajah sejati muncul dari hati yang murni, apakah kamu memilikinya?", menjadi jangkar psikologis yang kuat bagi perkembangan karakter utama.

29 Januari 2026

GALA PREMIERE "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!: SELEBRASI KREATIVITAS MENEMBUS BATAS, " UBAH XXI EPICENTRUM JADI PANGGUNG KARNAVAL HIBURAN DAN KOMEDI

JAKARTA, 28 Januari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali mencatatkan momentum penting di awal tahun. Rabu malam ini, jantung sinema ibu kota, XXI Epicentrum, menjadi saksi bisu kemeriahan luar biasa dalam rangkaian Press Screening, Press Conference, dan Gala Premiere film terbaru produksi Tunas Citrasinema Kreatif Entertainment, bertajuk "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!".

Meski film ini telah resmi menyapa publik lewat Poster dan Trailer Resminya sejak 12 Januari 2026, gelaran Gala Premiere ini tetap menjadi magnet utama bagi para penikmat sinema dan pelaku industri. Acara ini bukan sekadar seremoni penayangan, melainkan sebuah pernyataan seni dari Executive Producer Cing Kyatt dan Sutradara Etiene Caesar tentang bagaimana komedi romantis dapat dikemas dengan standar estetika yang tinggi.

28 Januari 2026

GALA PREMIERE "TEMAN TEGAR: MAIRA – WHISPER FROM PAPUA": SIMFONI PERJUANGAN MASYARAKAT ADAT DAN TEROBOSAN SINEMA INKLUSIF INDONESA

 

JAKARTA, 27 Januari 2026 – Langit Jakarta malam ini tidak hanya berpendar oleh lampu-lampu kota, melainkan oleh sebuah momentum reflektif yang lahir dari layar perak. Gala Premier film "Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua" garapan sutradara visioner Anggi Frisca bertransformasi menjadi sebuah peristiwa budaya besar yang mempertemukan para pemangku kebijakan, sineas papan atas, dan aktivis kemanusiaan di atas karpet merah yang sarat akan pesan filosofis.

Film ini bukan sekadar sekuel komersial. Ia adalah sebuah manifestasi sinematik yang mencoba menjawab tantangan zaman melalui kacamata kejujuran seorang anak.

MENEMBUS BATAS LOGIKA: FILM "RAJAH" SIAP MENGGUNCANG BIOSKOP DENGAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL


JAKARTA - Senayan City XXI 26 Januari 2026 – Di tengah gempuran film horor bertema jump scare instan, Eight Senses Film mengambil langkah berani dengan menghadirkan sebuah narasi yang menggali akar tradisi Nusantara. Melalui film terbaru mereka yang berjudul "RAJAH", penonton akan diajak menyelami kengerian yang lahir dari kekuatan doa, tradisi, dan kemurnian hati.

Setelah sukses mencuri perhatian dalam gelaran Gala Premiere pada 26 Januari 2026, film ini diprediksi menjadi salah satu masterpiece horor thriller tahun ini yang wajib masuk dalam daftar tontonan wajib.

21 Januari 2026

MENCETAK GENERASI BERKARAKTER: AJANG DIDI MEIMEI INDONESIA 2026 SEGERA MASUKI BABAK GRAND FINAL

 

Setelah sukses dengan Didi Meimei Indonesia Tahun 2025 lalu, kini di tahun 2026 Ajang pageant anak-anak bergengsi, Didi Meimei Indonesia, kembali hadir sebagai wadah prestisius bagi pengembangan bakat generasi muda Tionghoa di tanah air. Di bawah naungan organisasi Didi Meimei Indonesia, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan sebuah misi besar untuk membentuk karakter anak yang tangguh, cerdas, dan bangga akan identitas budayanya.

19 Januari 2026

BABAK BARU PERJALANAN KARIR PRILLY LATUCONSINA : “AKU PAMIT” DARI SINEMAKU PICTURES

 

Industri perfilman tanah air dikejutkan dengan pengumuman restrukturisasi internal dari salah satu rumah produksi paling progresif saat ini, Sinemaku Pictures. Melalui unggahan resmi di laman Instagram pribadinya, Prilly Latuconsina menyatakan secara resmi pengunduran dirinya dari entitas yang ia bangun bersama Umay Shahab tersebut.

Bukan sekadar mundur dari operasional harian, aktris yang juga dikenal sebagai produser bertangan dingin ini mengonfirmasi bahwa dirinya telah melepas seluruh kepemilikan saham serta posisinya dalam jajaran direksi Sinemaku Pictures.

Sources : Instagram @prillylatuconsina96

Perpisahan yang Penuh Apresiasi

Dalam pernyataan tertulisnya, Prilly mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang yang telah ditempuh sejak Sinemaku Pictures didirikan. Ia menekankan bahwa keputusannya ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, namun tetap dilandasi dengan rasa hormat terhadap visi kolektif yang selama ini dibangun.

"Aku ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama selama ini kepada Umay Shahab dan Ibu Yahni Dhamayanti. Serta tentunya berterima kasih kepada seluruh tim Sinemaku atas kerja keras dan dedikasinya.," ungkap Prilly dalam kutipan unggahannya.

12 Januari 2026

TUNAS CITRASINEMA KREATIF LUNCURKAN POSTER & TRAILER RESMI "MACAM BETOOL AJA": KOMEDI ROMANTIS BERBALUT SABOTASE PERNIKAHAN


JAKARTA, 12 Januari 2026 – Mendekati bulan kasih sayang, industri perfilman tanah air siap disambut dengan suguhan komedi romantis yang menyegarkan. Rumah produksi Tunas Citrasinema Kreatif secara resmi merilis official poster dan cuplikan perdana (trailer) dari film terbaru mereka bertajuk "Macam Betool Aja".

Film ini dijadwalkan menyapa penonton di layar lebar mulai 12 Februari 2026, sebuah momentum yang tepat bagi para pencinta genre rom-com untuk merayakan dinamika cinta dan persahabatan di bioskop.

OFFICIAL POSTER MACAM BETOOL AJA!

Dinamika Freelancer dan Dilema "Cinta vs Cuan"

"Macam Betool Aja" membawa perspektif unik mengenai realita kehidupan pekerja kreatif lepas (freelancer). Cerita berpusat pada trio AIU-EO yang terdiri dari Alung, Igor, dan Ujay. Ketiganya adalah pejuang Event Organizer (EO) yang bermarkas di sebuah ruko sederhana namun memiliki ambisi besar.

Konflik memanas ketika mereka mendapatkan proyek besar dari seorang pengusaha kaya bernama Udin. Namun, profesionalisme mereka diuji saat Igor menyadari bahwa calon mempelai wanita yang pernikahannya harus mereka sukseskan adalah Sofia, sosok dari masa lalunya. Premis ini berkembang menjadi sebuah misi rahasia: menjalankan perintah Sofia untuk menyabotase pernikahan tersebut, yang memaksa mereka memilih antara integritas bisnis atau loyalitas perasaan.

"Kami ingin memotret realita anak muda masa kini yang sedang berjuang membangun mimpi dari nol. 'Macam Betool Aja' adalah bentuk apresiasi kami bagi para pejuang kreatif di Indonesia yang tetap menyisakan ruang bagi cinta di tengah hiruk-pikuk mencari nafkah," ungkap Cing Kyatt, Executive Producer Tunas Citrasinema Kreatif.

OFFICIAL TRAILER MACAM BETOOL AJA!

09 Januari 2026

RILIS OFFICIAL POSTER DAN TRAILER, FILM RAJAH SIAP MENGGALI TEROR IBLIS DI ZAMAN EDAN

OFFICIAL POSTER RAJAH

Rumah produksi Eight Senses Film secara resmi memperkenalkan visual perdana berupa official poster dan trailer dari proyek horor-thriller terbaru mereka yang bertajuk "RAJAH". Film yang dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026 ini menjanjikan pengalaman sinematik yang melampaui sekadar teror supranatural, dengan memadukan kekayaan filosofi Jawa dan ketegangan konspirasi modern.


OFFICIAL TRAILER RAJAH

Disutradarai oleh sineas yang dikenal lewat karya dokumenter budaya, R Jiwo Kusumo, film berdurasi 105 menit ini menempatkan esensi kebudayaan sebagai tulang punggung narasi. Melalui tangan dingin produser Ditha Samantha, yang juga turut mengambil peran sentral di depan layar, RAJAH hadir sebagai manifestasi keresahan terhadap fenomena "Zaman Edan" yang diadaptasi ke dalam layar lebar.

24 Desember 2025

MELALUI FILM “LIFT” PRODUSER THE RAID HADIRKAN TEROR PSIKOLOGIS DALAM RUANG SEMPIT

OFFICIAL POSTER FILM “LIFT”

Kembalinya Sang Ratu Teror: Trois Films Rilis Poster Resmi "LIFT", Sajikan Ketegangan Psikologis dari Produser "The Raid"


JAKARTA, 23 Desember 2025 – Industri perfilman Indonesia kembali bersiap menyambut sebuah sajian thriller psikologis yang menjanjikan ketegangan maksimal. Rumah produksi Trois Films secara resmi meluncurkan poster utama untuk film terbaru mereka yang bertajuk "LIFT". Tidak hanya sekadar memamerkan visual, poster ini menjadi sinyal kuat kembalinya Shareefa Daanish ke genre "berdarah" yang sempat membesarkan namanya di kancah internasional.

20 November 2025

AIR MATA MUALAF : CERMINAN KISAH KASIH TOLERANSI KELUARGA, BEBEDA NAMUN TETAP SALING MEMILIKI

 

Rangkaian peluncuran film Air Mata Mualaf pada 19 November 2025 menjadi babak penting bagi perjalanan film produksi Merak Abadi Productions dan Suraya Filem Malaysia tersebut. Dalam satu hari, press conference, press screening, dan gala premiere digelar berurutan—menciptakan atmosfer yang tidak hanya selebratif, tetapi juga reflektif. Para pemain, kreator, serta ratusan awak media berkumpul menyaksikan bagaimana film ini mengangkat tema keluarga, keyakinan, dan keberanian memilih arah hidup melalui sudut pandang yang intim.


Makna Acara: Ruang Pertemuan antara Kreator dan Publik

Sejak sesi konferensi dimulai, terlihat bahwa film ini dikemas bukan sebagai drama religi yang menggurui, melainkan sebagai potret manusia yang dihadapkan pada persimpangan hidup.



Indra Gunawan, sang sutradara, menekankan bahwa fokus utama film ini adalah perjalanan batin.

“Kami ingin memotret manusia ketika ia berdiri sendirian di tengah pilihan yang sulit. Di momen seperti itu, tidak ada yang benar-benar siap, tetapi setiap orang berhak menemukan jalannya sendiri,” ujarnya.



 Sementara produser Dewi Amanda menegaskan bahwa keberanian mengangkat isu sensitif justru lahir dari kedekatan film dengan realitas sosial.

“Banyak keluarga yang mengalami ketegangan karena perbedaan keyakinan. Lewat film ini, kami ingin mengajak penonton melihat bahwa perbedaan bukan selalu tembok—kadang ia adalah pintu untuk memahami lebih dalam.”

Kehadiran media yang memadati ruangan menandai tingginya rasa ingin tahu publik mengenai bagaimana film ini menghadirkan dilema keluarga tanpa menghakimi pihak mana pun.


Pemeran Utama dan Pendalaman Peran

Setiap aktor membawa perspektif unik tentang karakter yang mereka perankan.



Acha Septriasa — Anggie

Menurut Acha, Anggie adalah sosok yang berusaha berdamai dengan kejujuran hatinya tanpa memutus kasih kepada keluarganya.

“Anggie memilih dengan hati, tapi ia tidak pernah berhenti mencintai rumah tempat ia tumbuh. Itu yang membuat perannya terasa begitu manusiawi bagi saya.”

 

 

Achmad Megantara — Ustadz Reza

Achmad menyoroti bahwa setiap perjalanan spiritual memiliki waktunya masing-masing.

“Peran saya ingin menunjukkan bahwa jalan menuju ketenangan bukan garis lurus. Ada ragu, ada takut, tapi selalu ada ruang untuk berdialog.”

 

 

Rizky Hanggono — Willy

Rizky mengaku beberapa adegan membawanya kembali ke pengalaman pribadi.

“Kebanyakan konflik keluarga muncul dari kecemasan, bukan kebencian. Itu yang membuat karakter ini relevan bagi banyak orang.”

 

 

Budi Ros — Pak Joseph

“Sebagai ayah, Pak Joseph mencintai anaknya dengan cara yang ia pahami. Kadang, cinta itu berubah menjadi kontrol, tetapi dasarnya selalu rasa takut kehilangan.”

 

 

Dewi Irawan — Bu Maria

“Maria berada di tengah dua dunia: dunia anaknya dan dunia keyakinan yang ia pegang. Perannya mengajarkan bahwa seorang ibu kadang harus belajar melepaskan, meski hatinya belum siap.”

 

Yama Carlos — Ramli

“Ramli menunjukkan bahwa perbedaan tidak selalu memisahkan. Ia hadir sebagai pengingat bahwa kebaikan lintas keyakinan itu nyata.”

 

 

Almeera Quinn — Alya

“Alya melihat semuanya dari tempat yang polos. Justru kepolosan itulah yang memantulkan kebenaran tanpa beban prasangka.”

 

 

Matthew Williams — Ethan

“Bekerja dalam produksi lintas negara memberi saya perspektif bahwa pencarian jati diri adalah tema universal. Semua budaya, semua keluarga mengalaminya.”


Press Screening: Ketegangan dari Dada, Bukan dari Tokoh Antagonis

Ketika film diputar untuk pertama kalinya di hadapan media, satu hal langsung terasa: Air Mata Mualaf tidak menempatkan siapa pun sebagai pihak yang harus disalahkan. Tidak ada antagonis klasik, karena konflik justru tumbuh dari kecamuk emosi para karakter.
Ada yang mempertahankan tradisi, ada yang ingin memahami, dan ada yang memilih melangkah meski mengetahui konsekuensinya.

Indra Gunawan secara konsisten menyusun film sebagai drama pilihan hidup—bukan pertarungan agama. Penonton diajak masuk ke ruang-ruang hening antara keluarga Anggie yang sedang berusaha saling mengerti, meski sering kali gagal.


Kolaborasi Tiga Negara

Proyek ini melibatkan talenta dari Indonesia, Malaysia, dan Australia, menghadirkan tekstur budaya yang memperkaya dinamika ceritanya. Kehadiran aktor internasional seperti Matthew Williams menambah nuansa global yang tetap terasa membumi.


Refleksi dan Harapan

Di akhir sesi dialog, Indra Gunawan kembali menegaskan pesan film:

“Kami tidak sedang menawarkan kepastian. Yang kami suguhkan adalah perjalanan—dan setiap penonton berhak menafsirkan ujungnya.”

Sementara itu, Dewi Amanda berharap film ini menjadi pemantik percakapan baru di keluarga-keluarga Indonesia.

“Pilihan hidup bukan soal menang-kalah. Ini tentang bagaimana kita tetap saling memeluk meski berdiri di titik yang berbeda.”


Menuju Layar Lebar


Gala premiere ditutup dengan antusiasme para undangan yang tampak tersentuh oleh pendekatan emosional film ini. Tanpa dramatisasi yang berlebihan, Air Mata Mualaf justru menghadirkan kekuatan dari kejujuran cerita dan konflik manusiawi yang dekat dengan keseharian banyak keluarga.

Film ini mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 November 2025, sebelum melanjutkan perjalanan rilisnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah.