This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

13 Februari 2026

MAHAKARYA PICTURES LUNCURKAN TRAILER RESMI 'PELANGI DI MARS' DENGAN TEKNOLOGI XR MUTAKHIR: SINEMA SCI-FI ANAK PALING SPEKTAKULER


JAKARTA, 13 Februari 2026 – Industri perfilman nasional kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dalam genre fiksi ilmiah (sci-fi) melalui proyek ambisius garapan Mahakarya Pictures. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar megah di Jakarta pada Jumat (13/2), rumah produksi tersebut resmi merilis cuplikan perdana (Official Trailer) film petualangan bertajuk "Pelangi di Mars".

OFFICIAL TRAILER "PELANGI DI MARS"

Film yang dijadwalkan menjadi suguhan utama keluarga pada momen Lebaran 18 Maret 2026 ini, tidak hanya menawarkan narasi petualangan ruang angkasa, tetapi juga membawa misi besar untuk merevitalisasi tontonan anak Indonesia yang selama ini dinilai mengalami kelangkaan materi (under supply).

MENGINTIP KEAJAIBAN DUNIA LEWAT MATA NA WILLA : VISINEMA STUDIOS RESMIKAN POSTER DAN TRAILER UNTUK SAMBUT LEBARAN 2026

 

JAKARTA, 12 Februari 2026 – Industri sinema tanah air kembali bersiap menyambut sebuah karya yang hangat dan reflektif. Visinema Studios secara resmi menggelar konferensi pers untuk meluncurkan official trailer dan poster film "Na Willa". Bertempat di Jakarta, acara ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan visual perdana, tetapi juga sebuah pernyataan posisi Visinema dalam mempertegas standar baru film keluarga di Indonesia.

Dijadwalkan tayang sebagai sajian utama libur Lebaran 2026, Na Willa diposisikan sebagai "perayaan terbesar bagi keluarga". Film ini merupakan debut penyutradaraan live-action bagi Ryan Adriandhy, sosok kreatif di balik kesuksesan film animasi JUMBO, yang kali ini berkolaborasi dengan penulis kenamaan Reda Gaudiamo.

AIR MATA DAN PENYESALAN : GALA PREMIERE 'TITIP BUNDA DI SURGA-MU GUNCANG EMOSI PUBLIK

 

JAKARTA, 12 Februari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan sebuah drama keluarga yang menyentuh relung hati terdalam. RRK Pictures, berkolaborasi dengan Spectrum Film dan Festival Pictures, secara resmi melangsungkan Gala Premiere dan konferensi pers untuk film terbaru mereka, "Titip Bunda di Surga-Mu". Bertempat di CGV Grand Indonesia, acara ini tidak hanya menjadi ajang pamer perdana bagi karya sutradara kondang Hanny R. Saputra, namun juga menjadi saksi bisu pecahnya isak tangis dari para penonton yang hadir.

Sejak lampu studio meredup hingga credit title berakhir, suasana haru begitu kental terasa. Film ini seolah menjadi cermin bagi banyak keluarga di Indonesia, mengangkat tema universal mengenai hubungan orang tua dan anak, ego yang membentur kasih sayang, serta pedihnya sebuah penyesalan yang datang terlambat.


Ansambel Cast yang Memikat dan Emosional

Kekuatan utama dari "Titip Bunda di Surga-Mu" terletak pada jajaran pemainnya yang lintas generasi. Kehadiran aktor watak sekelas Meriam Bellina yang memerankan sosok Ibu Mozza menjadi magnet utama. Meriam dinilai sukses mentransformasikan dirinya menjadi pilar kekuatan keluarga yang tegar meski menyimpan luka batin yang mendalam.


Dalam sesi konferensi pers, Meriam Bellina berbagi refleksi mendalam mengenai karakter yang ia mainkan:

"Peran Ibu Mozza ini adalah sebuah pengingat, bukan hanya bagi anak untuk menghargai orang tua, tapi juga bagi kita sebagai orang tua untuk belajar mengerti dan memaafkan anak-anak. Ini adalah proses saling menerima," tuturnya dengan penuh penghayatan.

Selain Meriam, film ini turut diperkuat oleh akting gemilang dari:

  • Kevin Julio dan Abun Sungkar yang berperan sebagai anak-anak dengan dinamika konflik yang intens.

  • Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, hingga Zora Vidyanata yang selain berakting juga bertindak sebagai penulis skenario.

Kevin Julio mengungkapkan bahwa chemistry yang terbangun di set sangatlah organik. Meskipun dalam skenario mereka sering terlibat perselisihan sengit, di balik layar mereka telah bertransformasi menjadi keluarga sungguhan yang saling mendukung dan penuh canda tawa.


Narasi Penyesalan dan Kasih yang Tak Terucap

"Titip Bunda di Surga-Mu" membawa penonton pada perjalanan emosional Ibu Mozza yang berjuang menjaga keutuhan keluarga di tengah badai konflik. Ketika sebuah rahasia besar tersingkap dan waktu perlahan mulai habis, penonton diajak bertanya pada diri sendiri: "Masih sempatkah kita mengucap maaf?"

Sentuhan magis juga datang dari Nabila Maharani yang membawakan original soundtrack (OST) secara langsung di dalam studio. Alunan lagu yang liriknya senada dengan napas film ini semakin memperdalam suasana melankolis malam itu. Sebagai bentuk penghormatan bagi sosok ibu, pihak penyelenggara juga membagikan mawar putih kepada beberapa ibu yang hadir, simbol cinta dan apresiasi yang tulus.

10 Februari 2026

​DEKONSTRUKSI GENRE DALAM "SETAN ALAS!": UPAYA YUSRON FUADI MENGGUNCANG PAKEM HOROR NASIONAL



JAKARTA, 10 Februari 2026 – Riuh rendah bioskop Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa malam (10/02) menjadi saksi lahirnya babak baru dalam sinema horor Indonesia. Film "Setan Alas! (The Draft!)" resmi melangsungkan Gala Premiere dan Press Conference di hadapan awak media serta pemerhati film tanah air. Di bawah arahan sutradara visioner Yusron Fuadi, film ini menjanjikan lebih dari sekadar teror visual, melainkan sebuah eksperimen meta-horor yang berani keluar dari zona nyaman jumpscare konvensional.

07 Februari 2026

MENGGALI TEROR MITOS POHON KERAMAT, FILM 'WARU' GELAR GALA PREMIERE DI EPICENTRUM XXI

 

Jakarta, 6 Februari 2026 – Atmosfer mencekam menyelimuti Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Jumat malam. Rumah produksi Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia resmi menggelar Press Conference dan Gala Premiere untuk karya horor terbaru mereka yang bertajuk WARU.


Film yang dijadwalkan meneror layar lebar mulai 12 Februari 2026 ini mengangkat sisi gelap kearifan lokal tentang pohon Waru—sebuah tanaman yang secara botani memberikan keteduhan, namun dalam kepercayaan masyarakat Jawa, menyimpan energi gelap sebagai persemayaman makhluk tak kasat mata.

05 Februari 2026

KONSEKUENSI PERJANJIAN GELAP: 'WARU' RILIS POSTER DAN TRAILER RESMI, SIAP HANTUI BIOSKOP 12 FEBRUARI 2026

OFFICIAL POSTER FILM WARU

Industri perfilman horor tanah air kembali bersiap menyambut kehadiran entitas mistis baru melalui film WARU. Menjelang perilisannya, pihak rumah produksi secara resmi meluncurkan official poster dan trailer yang menyingkap tabir gelap dibalik pohon keramat yang menjadi sumber petaka sebuah keluarga.

Visual Poster: Simbolisme Ancaman yang Senyap

Poster resmi yang dirilis menampilkan komposisi estetik namun ganjil, menonjolkan elemen pohon Waru yang secara historis sering dikaitkan dengan kisah-kisah mistis di berbagai daerah di Indonesia. Dengan palet warna yang gelap dan saturasi yang rendah, poster ini berhasil menangkap esensi isolasi dan teror. Penempatan karakter utama di antara bayangan pohon memberikan kesan bahwa ancaman dalam film ini bersifat purba dan tak terhindarkan.


OFFICIAL POSTER FILM WARU

Trailer: Eskalasi Ketegangan dan Teror Gaib

Berlanjut ke cuplikan video berdurasi singkat, trailer WARU yang baru saja dirilis dibuka dengan atmosfer yang tenang namun menyesakkan. Penonton diajak memasuki dinamika sebuah keluarga yang perlahan hancur akibat usikan entitas yang menghuni pohon tersebut. Kehidupan Lydia perlahan hancur oleh kekuatan luar nalar hingga ia kerap mengalami kerasukan. Dalam keputusasaannya, ia meminta putrinya, Nadine (Bella Graceva), untuk kembali ke kampung halaman demi memusnahkan pohon terkutuk yang menjadi akar penderitaan mereka.

02 Februari 2026

ULASAN FILM RAJAH: MANIFESTASI ESTETIKA MISTIS DALAM TEROR PSIKOLOGIS NUSANTARA

 

Film horor Indonesia kembali memasuki babak baru di tahun 2026 melalui karya terbaru sutradara R Jiwo Kusumo, bertajuk RAJAH. Diproduksi oleh Eight Senses Film, sinema ini bukan sekadar mengeksploitasi jump scare murah, melainkan sebuah eksplorasi seni dekoratif mistis yang dibalut dengan ketegangan psychological thriller.

1. Narasi dan Kedalaman Filosofis

Secara tematik, RAJAH memposisikan dirinya sebagai "karya sastra visual". Film ini mendefinisikan ulang rajah bukan hanya sebagai goresan fisik, melainkan simbol doa, harapan, dan proteksi spiritual (tolak bala).

Naskahnya berhasil menangkap esensi karakter pemegang Rajah: sosok yang diam, kontemplatif, dan berhati-hati dalam berucap. Premis ini membangun ketegangan organik; penonton dibuat sadar bahwa dalam film ini, kata-kata memiliki kekuatan yang sama mematikannya dengan aksi fisik. Pertanyaan moral yang dilemparkan, "Rajah sejati muncul dari hati yang murni, apakah kamu memilikinya?", menjadi jangkar psikologis yang kuat bagi perkembangan karakter utama.

29 Januari 2026

GALA PREMIERE "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!: SELEBRASI KREATIVITAS MENEMBUS BATAS, " UBAH XXI EPICENTRUM JADI PANGGUNG KARNAVAL HIBURAN DAN KOMEDI

JAKARTA, 28 Januari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali mencatatkan momentum penting di awal tahun. Rabu malam ini, jantung sinema ibu kota, XXI Epicentrum, menjadi saksi bisu kemeriahan luar biasa dalam rangkaian Press Screening, Press Conference, dan Gala Premiere film terbaru produksi Tunas Citrasinema Kreatif Entertainment, bertajuk "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!".

Meski film ini telah resmi menyapa publik lewat Poster dan Trailer Resminya sejak 12 Januari 2026, gelaran Gala Premiere ini tetap menjadi magnet utama bagi para penikmat sinema dan pelaku industri. Acara ini bukan sekadar seremoni penayangan, melainkan sebuah pernyataan seni dari Executive Producer Cing Kyatt dan Sutradara Etiene Caesar tentang bagaimana komedi romantis dapat dikemas dengan standar estetika yang tinggi.

28 Januari 2026

GALA PREMIERE "TEMAN TEGAR: MAIRA – WHISPER FROM PAPUA": SIMFONI PERJUANGAN MASYARAKAT ADAT DAN TEROBOSAN SINEMA INKLUSIF INDONESA

 

JAKARTA, 27 Januari 2026 – Langit Jakarta malam ini tidak hanya berpendar oleh lampu-lampu kota, melainkan oleh sebuah momentum reflektif yang lahir dari layar perak. Gala Premier film "Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua" garapan sutradara visioner Anggi Frisca bertransformasi menjadi sebuah peristiwa budaya besar yang mempertemukan para pemangku kebijakan, sineas papan atas, dan aktivis kemanusiaan di atas karpet merah yang sarat akan pesan filosofis.

Film ini bukan sekadar sekuel komersial. Ia adalah sebuah manifestasi sinematik yang mencoba menjawab tantangan zaman melalui kacamata kejujuran seorang anak.

MENEMBUS BATAS LOGIKA: FILM "RAJAH" SIAP MENGGUNCANG BIOSKOP DENGAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL


JAKARTA - Senayan City XXI 26 Januari 2026 – Di tengah gempuran film horor bertema jump scare instan, Eight Senses Film mengambil langkah berani dengan menghadirkan sebuah narasi yang menggali akar tradisi Nusantara. Melalui film terbaru mereka yang berjudul "RAJAH", penonton akan diajak menyelami kengerian yang lahir dari kekuatan doa, tradisi, dan kemurnian hati.

Setelah sukses mencuri perhatian dalam gelaran Gala Premiere pada 26 Januari 2026, film ini diprediksi menjadi salah satu masterpiece horor thriller tahun ini yang wajib masuk dalam daftar tontonan wajib.