This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label BERITA TERBARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA TERBARU. Tampilkan semua postingan

20 Februari 2026

“JANGAN PANGGIL AKU GUS”, JUDUL FILM TERBARU ERMA FATIMA?

Source: Akun Instagram @ermafatima

Sutradara kenamaan, Erma Fatima, kembali mencuri perhatian netizen lewat unggahan misterius di akun Instagram pribadinya. Setelah beberapa hari lalu sempat membagikan rangkaian foto yang mengundang tanda tanya, kali ini ia kembali dengan konsep yang jauh lebih minimalis namun "bertenaga".

Erma memposting beberapa slide gambar dengan latar putih bersih yang hanya berisi kalimat-kalimat singkat. Namun, yang paling menarik perhatian adalah slide terakhir yang memuat tulisan tegas: “JANGAN PANGGIL AKU GUS.”

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari para pengikutnya dan pemerhati industri film. Banyak yang berspekulasi bahwa ini adalah strategi pemasaran atau teaser untuk proyek layar lebar atau drama terbaru yang akan dirilis menyambut bulan suci Ramadhan.

Spekulasi ini bukan tanpa alasan. Erma Fatima dikenal sebagai sineas yang kerap mengangkat isu-isu sosial dan religi dengan sudut pandang yang tajam. Kalimat "Jangan Panggil Aku Gus" seolah memberikan sinyal adanya konflik identitas atau kritik sosial yang akan menjadi inti cerita dari karya terbarunya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Erma Fatima mengenai apakah unggahan tersebut merupakan judul film, serial, atau sekadar kampanye kesadaran tertentu. Namun yang pasti, netizen sudah mulai bisa menebak-nebak siapa aktor yang akan memerankan karakter "Gus" tersebut.


Apakah LUKMAN SARDI yang akan memerankan tokoh GUS seperti pada foto postingan sebelumnya?

Pantau terus semua update perfilman hanya di FilmLokal.id




17 Februari 2026

MENGUNCI RUANG, MENGUJI KUASA: "LIFT" SIAP HADIRKAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KRITIK SOSIAL DI BIOSKOP


Jakarta, 13 Februari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan sebuah eksplorasi genre yang berani melalui karya terbaru produksi Trois Films dan Maxima Pictures. Bertajuk "LIFT", film drama psikologis ini baru saja menggelar sesi press conference yang mengungkap ambisi di balik layar sebelum dijadwalkan menyapa penonton layar lebar pada 26 Februari 2026 mendatang.

Bukan sekadar sajian ketegangan visual, LIFT memosisikan dirinya sebagai metafora tajam atas realitas sosial tentang relasi kuasa yang menindas. Mengambil latar ruang sempit yang akrab dengan keseharian urban, film ini menantang persepsi penonton mengenai kendali, kebebasan, dan insting bertahan hidup manusia di bawah tekanan sistemik.

EKSPLORASI PANGGILAN IMAN DAN DILEMA RESTU: MENGUPAS KEDALAMAN NARASI DALAM RANGKAIAN GALA PREMIERE "ANTARA MAMA CINTA & SURGA : BAHASA CINTA NOMMENSEN"


Jakarta, 16 Februari 2026 – Kemeriahan kawasan Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, sore itu terasa Spektakuler. Karpet merah tidak sekadar menjadi lintasan para cast dan film maker, melainkan pintu masuk menuju sebuah perenungan budaya yang mendalam. PIM Pictures, berkolaborasi dengan HKBP dan BPODT, resmi memperkenalkan karya layar lebar terbaru mereka bertajuk Antara Mama Cinta dan Surga: “Bahasa Cinta Nommensen” dalam rangkaian Press Screening dan Gala Premiere yang emosional.

Film yang dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 Februari 2026 ini, menawarkan sebuah potret jujur tentang gesekan antara tradisi, ekspektasi orang tua, dan panggilan spiritual yang seringkali menjadi "tembok raksasa" bagi generasi muda Batak.

16 Februari 2026

SETELAH 10 TAHUN, ERMA FATIMA DIDUGA KEMBALI MENYUTRADARAI PROYEK TERBARU. LUKMAN SARDI DAN ANNA JOBLING TAMPAK SEBAGAI SALAH SATU PEMERAN DALAM UNGGAHAN BTS.


16 Februari 2026 – Jagat maya mendadak gempar setelah sutradara legendaris Malaysia, Erma Fatima, memecah kesunyian panjangnya. Setelah hampir 10 tahun menepi dari kursi sutradara film layar lebar, maestro di balik karya-karya epik ini tiba-tiba mengunggah rangkaian foto di akun Instagram pribadinya yang menyiratkan sebuah proyek raksasa sedang digodok.

13 Februari 2026

MAHAKARYA PICTURES LUNCURKAN TRAILER RESMI 'PELANGI DI MARS' DENGAN TEKNOLOGI XR MUTAKHIR: SINEMA SCI-FI ANAK PALING SPEKTAKULER


JAKARTA, 13 Februari 2026 – Industri perfilman nasional kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dalam genre fiksi ilmiah (sci-fi) melalui proyek ambisius garapan Mahakarya Pictures. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar megah di Jakarta pada Jumat (13/2), rumah produksi tersebut resmi merilis cuplikan perdana (Official Trailer) film petualangan bertajuk "Pelangi di Mars".

OFFICIAL TRAILER "PELANGI DI MARS"

Film yang dijadwalkan menjadi suguhan utama keluarga pada momen Lebaran 18 Maret 2026 ini, tidak hanya menawarkan narasi petualangan ruang angkasa, tetapi juga membawa misi besar untuk merevitalisasi tontonan anak Indonesia yang selama ini dinilai mengalami kelangkaan materi (under supply).

MENGINTIP KEAJAIBAN DUNIA LEWAT MATA NA WILLA : VISINEMA STUDIOS RESMIKAN POSTER DAN TRAILER UNTUK SAMBUT LEBARAN 2026

 

JAKARTA, 12 Februari 2026 – Industri sinema tanah air kembali bersiap menyambut sebuah karya yang hangat dan reflektif. Visinema Studios secara resmi menggelar konferensi pers untuk meluncurkan official trailer dan poster film "Na Willa". Bertempat di Jakarta, acara ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan visual perdana, tetapi juga sebuah pernyataan posisi Visinema dalam mempertegas standar baru film keluarga di Indonesia.

Dijadwalkan tayang sebagai sajian utama libur Lebaran 2026, Na Willa diposisikan sebagai "perayaan terbesar bagi keluarga". Film ini merupakan debut penyutradaraan live-action bagi Ryan Adriandhy, sosok kreatif di balik kesuksesan film animasi JUMBO, yang kali ini berkolaborasi dengan penulis kenamaan Reda Gaudiamo.

AIR MATA DAN PENYESALAN : GALA PREMIERE 'TITIP BUNDA DI SURGA-MU GUNCANG EMOSI PUBLIK

 

JAKARTA, 12 Februari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan sebuah drama keluarga yang menyentuh relung hati terdalam. RRK Pictures, berkolaborasi dengan Spectrum Film dan Festival Pictures, secara resmi melangsungkan Gala Premiere dan konferensi pers untuk film terbaru mereka, "Titip Bunda di Surga-Mu". Bertempat di CGV Grand Indonesia, acara ini tidak hanya menjadi ajang pamer perdana bagi karya sutradara kondang Hanny R. Saputra, namun juga menjadi saksi bisu pecahnya isak tangis dari para penonton yang hadir.

Sejak lampu studio meredup hingga credit title berakhir, suasana haru begitu kental terasa. Film ini seolah menjadi cermin bagi banyak keluarga di Indonesia, mengangkat tema universal mengenai hubungan orang tua dan anak, ego yang membentur kasih sayang, serta pedihnya sebuah penyesalan yang datang terlambat.


Ansambel Cast yang Memikat dan Emosional

Kekuatan utama dari "Titip Bunda di Surga-Mu" terletak pada jajaran pemainnya yang lintas generasi. Kehadiran aktor watak sekelas Meriam Bellina yang memerankan sosok Ibu Mozza menjadi magnet utama. Meriam dinilai sukses mentransformasikan dirinya menjadi pilar kekuatan keluarga yang tegar meski menyimpan luka batin yang mendalam.


Dalam sesi konferensi pers, Meriam Bellina berbagi refleksi mendalam mengenai karakter yang ia mainkan:

"Peran Ibu Mozza ini adalah sebuah pengingat, bukan hanya bagi anak untuk menghargai orang tua, tapi juga bagi kita sebagai orang tua untuk belajar mengerti dan memaafkan anak-anak. Ini adalah proses saling menerima," tuturnya dengan penuh penghayatan.

Selain Meriam, film ini turut diperkuat oleh akting gemilang dari:

  • Kevin Julio dan Abun Sungkar yang berperan sebagai anak-anak dengan dinamika konflik yang intens.

  • Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, hingga Zora Vidyanata yang selain berakting juga bertindak sebagai penulis skenario.

Kevin Julio mengungkapkan bahwa chemistry yang terbangun di set sangatlah organik. Meskipun dalam skenario mereka sering terlibat perselisihan sengit, di balik layar mereka telah bertransformasi menjadi keluarga sungguhan yang saling mendukung dan penuh canda tawa.


Narasi Penyesalan dan Kasih yang Tak Terucap

"Titip Bunda di Surga-Mu" membawa penonton pada perjalanan emosional Ibu Mozza yang berjuang menjaga keutuhan keluarga di tengah badai konflik. Ketika sebuah rahasia besar tersingkap dan waktu perlahan mulai habis, penonton diajak bertanya pada diri sendiri: "Masih sempatkah kita mengucap maaf?"

Sentuhan magis juga datang dari Nabila Maharani yang membawakan original soundtrack (OST) secara langsung di dalam studio. Alunan lagu yang liriknya senada dengan napas film ini semakin memperdalam suasana melankolis malam itu. Sebagai bentuk penghormatan bagi sosok ibu, pihak penyelenggara juga membagikan mawar putih kepada beberapa ibu yang hadir, simbol cinta dan apresiasi yang tulus.

10 Februari 2026

​DEKONSTRUKSI GENRE DALAM "SETAN ALAS!": UPAYA YUSRON FUADI MENGGUNCANG PAKEM HOROR NASIONAL



JAKARTA, 10 Februari 2026 – Riuh rendah bioskop Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa malam (10/02) menjadi saksi lahirnya babak baru dalam sinema horor Indonesia. Film "Setan Alas! (The Draft!)" resmi melangsungkan Gala Premiere dan Press Conference di hadapan awak media serta pemerhati film tanah air. Di bawah arahan sutradara visioner Yusron Fuadi, film ini menjanjikan lebih dari sekadar teror visual, melainkan sebuah eksperimen meta-horor yang berani keluar dari zona nyaman jumpscare konvensional.

07 Februari 2026

MENGGALI TEROR MITOS POHON KERAMAT, FILM 'WARU' GELAR GALA PREMIERE DI EPICENTRUM XXI

 

Jakarta, 6 Februari 2026 – Atmosfer mencekam menyelimuti Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Jumat malam. Rumah produksi Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia resmi menggelar Press Conference dan Gala Premiere untuk karya horor terbaru mereka yang bertajuk WARU.


Film yang dijadwalkan meneror layar lebar mulai 12 Februari 2026 ini mengangkat sisi gelap kearifan lokal tentang pohon Waru—sebuah tanaman yang secara botani memberikan keteduhan, namun dalam kepercayaan masyarakat Jawa, menyimpan energi gelap sebagai persemayaman makhluk tak kasat mata.

29 Januari 2026

GALA PREMIERE "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!: SELEBRASI KREATIVITAS MENEMBUS BATAS, " UBAH XXI EPICENTRUM JADI PANGGUNG KARNAVAL HIBURAN DAN KOMEDI

JAKARTA, 28 Januari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali mencatatkan momentum penting di awal tahun. Rabu malam ini, jantung sinema ibu kota, XXI Epicentrum, menjadi saksi bisu kemeriahan luar biasa dalam rangkaian Press Screening, Press Conference, dan Gala Premiere film terbaru produksi Tunas Citrasinema Kreatif Entertainment, bertajuk "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!".

Meski film ini telah resmi menyapa publik lewat Poster dan Trailer Resminya sejak 12 Januari 2026, gelaran Gala Premiere ini tetap menjadi magnet utama bagi para penikmat sinema dan pelaku industri. Acara ini bukan sekadar seremoni penayangan, melainkan sebuah pernyataan seni dari Executive Producer Cing Kyatt dan Sutradara Etiene Caesar tentang bagaimana komedi romantis dapat dikemas dengan standar estetika yang tinggi.

28 Januari 2026

GALA PREMIERE "TEMAN TEGAR: MAIRA – WHISPER FROM PAPUA": SIMFONI PERJUANGAN MASYARAKAT ADAT DAN TEROBOSAN SINEMA INKLUSIF INDONESA

 

JAKARTA, 27 Januari 2026 – Langit Jakarta malam ini tidak hanya berpendar oleh lampu-lampu kota, melainkan oleh sebuah momentum reflektif yang lahir dari layar perak. Gala Premier film "Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua" garapan sutradara visioner Anggi Frisca bertransformasi menjadi sebuah peristiwa budaya besar yang mempertemukan para pemangku kebijakan, sineas papan atas, dan aktivis kemanusiaan di atas karpet merah yang sarat akan pesan filosofis.

Film ini bukan sekadar sekuel komersial. Ia adalah sebuah manifestasi sinematik yang mencoba menjawab tantangan zaman melalui kacamata kejujuran seorang anak.

MENEMBUS BATAS LOGIKA: FILM "RAJAH" SIAP MENGGUNCANG BIOSKOP DENGAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL


JAKARTA - Senayan City XXI 26 Januari 2026 – Di tengah gempuran film horor bertema jump scare instan, Eight Senses Film mengambil langkah berani dengan menghadirkan sebuah narasi yang menggali akar tradisi Nusantara. Melalui film terbaru mereka yang berjudul "RAJAH", penonton akan diajak menyelami kengerian yang lahir dari kekuatan doa, tradisi, dan kemurnian hati.

Setelah sukses mencuri perhatian dalam gelaran Gala Premiere pada 26 Januari 2026, film ini diprediksi menjadi salah satu masterpiece horor thriller tahun ini yang wajib masuk dalam daftar tontonan wajib.

21 Januari 2026

MENCETAK GENERASI BERKARAKTER: AJANG DIDI MEIMEI INDONESIA 2026 SEGERA MASUKI BABAK GRAND FINAL

 

Setelah sukses dengan Didi Meimei Indonesia Tahun 2025 lalu, kini di tahun 2026 Ajang pageant anak-anak bergengsi, Didi Meimei Indonesia, kembali hadir sebagai wadah prestisius bagi pengembangan bakat generasi muda Tionghoa di tanah air. Di bawah naungan organisasi Didi Meimei Indonesia, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan sebuah misi besar untuk membentuk karakter anak yang tangguh, cerdas, dan bangga akan identitas budayanya.

19 Januari 2026

BABAK BARU PERJALANAN KARIR PRILLY LATUCONSINA : “AKU PAMIT” DARI SINEMAKU PICTURES

 

Industri perfilman tanah air dikejutkan dengan pengumuman restrukturisasi internal dari salah satu rumah produksi paling progresif saat ini, Sinemaku Pictures. Melalui unggahan resmi di laman Instagram pribadinya, Prilly Latuconsina menyatakan secara resmi pengunduran dirinya dari entitas yang ia bangun bersama Umay Shahab tersebut.

Bukan sekadar mundur dari operasional harian, aktris yang juga dikenal sebagai produser bertangan dingin ini mengonfirmasi bahwa dirinya telah melepas seluruh kepemilikan saham serta posisinya dalam jajaran direksi Sinemaku Pictures.

Sources : Instagram @prillylatuconsina96

Perpisahan yang Penuh Apresiasi

Dalam pernyataan tertulisnya, Prilly mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang yang telah ditempuh sejak Sinemaku Pictures didirikan. Ia menekankan bahwa keputusannya ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, namun tetap dilandasi dengan rasa hormat terhadap visi kolektif yang selama ini dibangun.

"Aku ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama selama ini kepada Umay Shahab dan Ibu Yahni Dhamayanti. Serta tentunya berterima kasih kepada seluruh tim Sinemaku atas kerja keras dan dedikasinya.," ungkap Prilly dalam kutipan unggahannya.

12 Januari 2026

TUNAS CITRASINEMA KREATIF LUNCURKAN POSTER & TRAILER RESMI "MACAM BETOOL AJA": KOMEDI ROMANTIS BERBALUT SABOTASE PERNIKAHAN


JAKARTA, 12 Januari 2026 – Mendekati bulan kasih sayang, industri perfilman tanah air siap disambut dengan suguhan komedi romantis yang menyegarkan. Rumah produksi Tunas Citrasinema Kreatif secara resmi merilis official poster dan cuplikan perdana (trailer) dari film terbaru mereka bertajuk "Macam Betool Aja".

Film ini dijadwalkan menyapa penonton di layar lebar mulai 12 Februari 2026, sebuah momentum yang tepat bagi para pencinta genre rom-com untuk merayakan dinamika cinta dan persahabatan di bioskop.

OFFICIAL POSTER MACAM BETOOL AJA!

Dinamika Freelancer dan Dilema "Cinta vs Cuan"

"Macam Betool Aja" membawa perspektif unik mengenai realita kehidupan pekerja kreatif lepas (freelancer). Cerita berpusat pada trio AIU-EO yang terdiri dari Alung, Igor, dan Ujay. Ketiganya adalah pejuang Event Organizer (EO) yang bermarkas di sebuah ruko sederhana namun memiliki ambisi besar.

Konflik memanas ketika mereka mendapatkan proyek besar dari seorang pengusaha kaya bernama Udin. Namun, profesionalisme mereka diuji saat Igor menyadari bahwa calon mempelai wanita yang pernikahannya harus mereka sukseskan adalah Sofia, sosok dari masa lalunya. Premis ini berkembang menjadi sebuah misi rahasia: menjalankan perintah Sofia untuk menyabotase pernikahan tersebut, yang memaksa mereka memilih antara integritas bisnis atau loyalitas perasaan.

"Kami ingin memotret realita anak muda masa kini yang sedang berjuang membangun mimpi dari nol. 'Macam Betool Aja' adalah bentuk apresiasi kami bagi para pejuang kreatif di Indonesia yang tetap menyisakan ruang bagi cinta di tengah hiruk-pikuk mencari nafkah," ungkap Cing Kyatt, Executive Producer Tunas Citrasinema Kreatif.

OFFICIAL TRAILER MACAM BETOOL AJA!

09 Januari 2026

RILIS OFFICIAL POSTER DAN TRAILER, FILM RAJAH SIAP MENGGALI TEROR IBLIS DI ZAMAN EDAN

OFFICIAL POSTER RAJAH

Rumah produksi Eight Senses Film secara resmi memperkenalkan visual perdana berupa official poster dan trailer dari proyek horor-thriller terbaru mereka yang bertajuk "RAJAH". Film yang dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026 ini menjanjikan pengalaman sinematik yang melampaui sekadar teror supranatural, dengan memadukan kekayaan filosofi Jawa dan ketegangan konspirasi modern.


OFFICIAL TRAILER RAJAH

Disutradarai oleh sineas yang dikenal lewat karya dokumenter budaya, R Jiwo Kusumo, film berdurasi 105 menit ini menempatkan esensi kebudayaan sebagai tulang punggung narasi. Melalui tangan dingin produser Ditha Samantha, yang juga turut mengambil peran sentral di depan layar, RAJAH hadir sebagai manifestasi keresahan terhadap fenomena "Zaman Edan" yang diadaptasi ke dalam layar lebar.

24 Desember 2025

MELALUI FILM “LIFT” PRODUSER THE RAID HADIRKAN TEROR PSIKOLOGIS DALAM RUANG SEMPIT

OFFICIAL POSTER FILM “LIFT”

Kembalinya Sang Ratu Teror: Trois Films Rilis Poster Resmi "LIFT", Sajikan Ketegangan Psikologis dari Produser "The Raid"


JAKARTA, 23 Desember 2025 – Industri perfilman Indonesia kembali bersiap menyambut sebuah sajian thriller psikologis yang menjanjikan ketegangan maksimal. Rumah produksi Trois Films secara resmi meluncurkan poster utama untuk film terbaru mereka yang bertajuk "LIFT". Tidak hanya sekadar memamerkan visual, poster ini menjadi sinyal kuat kembalinya Shareefa Daanish ke genre "berdarah" yang sempat membesarkan namanya di kancah internasional.

20 November 2025

AIR MATA MUALAF : CERMINAN KISAH KASIH TOLERANSI KELUARGA, BEBEDA NAMUN TETAP SALING MEMILIKI

 

Rangkaian peluncuran film Air Mata Mualaf pada 19 November 2025 menjadi babak penting bagi perjalanan film produksi Merak Abadi Productions dan Suraya Filem Malaysia tersebut. Dalam satu hari, press conference, press screening, dan gala premiere digelar berurutan—menciptakan atmosfer yang tidak hanya selebratif, tetapi juga reflektif. Para pemain, kreator, serta ratusan awak media berkumpul menyaksikan bagaimana film ini mengangkat tema keluarga, keyakinan, dan keberanian memilih arah hidup melalui sudut pandang yang intim.


Makna Acara: Ruang Pertemuan antara Kreator dan Publik

Sejak sesi konferensi dimulai, terlihat bahwa film ini dikemas bukan sebagai drama religi yang menggurui, melainkan sebagai potret manusia yang dihadapkan pada persimpangan hidup.



Indra Gunawan, sang sutradara, menekankan bahwa fokus utama film ini adalah perjalanan batin.

“Kami ingin memotret manusia ketika ia berdiri sendirian di tengah pilihan yang sulit. Di momen seperti itu, tidak ada yang benar-benar siap, tetapi setiap orang berhak menemukan jalannya sendiri,” ujarnya.



 Sementara produser Dewi Amanda menegaskan bahwa keberanian mengangkat isu sensitif justru lahir dari kedekatan film dengan realitas sosial.

“Banyak keluarga yang mengalami ketegangan karena perbedaan keyakinan. Lewat film ini, kami ingin mengajak penonton melihat bahwa perbedaan bukan selalu tembok—kadang ia adalah pintu untuk memahami lebih dalam.”

Kehadiran media yang memadati ruangan menandai tingginya rasa ingin tahu publik mengenai bagaimana film ini menghadirkan dilema keluarga tanpa menghakimi pihak mana pun.


Pemeran Utama dan Pendalaman Peran

Setiap aktor membawa perspektif unik tentang karakter yang mereka perankan.



Acha Septriasa — Anggie

Menurut Acha, Anggie adalah sosok yang berusaha berdamai dengan kejujuran hatinya tanpa memutus kasih kepada keluarganya.

“Anggie memilih dengan hati, tapi ia tidak pernah berhenti mencintai rumah tempat ia tumbuh. Itu yang membuat perannya terasa begitu manusiawi bagi saya.”

 

 

Achmad Megantara — Ustadz Reza

Achmad menyoroti bahwa setiap perjalanan spiritual memiliki waktunya masing-masing.

“Peran saya ingin menunjukkan bahwa jalan menuju ketenangan bukan garis lurus. Ada ragu, ada takut, tapi selalu ada ruang untuk berdialog.”

 

 

Rizky Hanggono — Willy

Rizky mengaku beberapa adegan membawanya kembali ke pengalaman pribadi.

“Kebanyakan konflik keluarga muncul dari kecemasan, bukan kebencian. Itu yang membuat karakter ini relevan bagi banyak orang.”

 

 

Budi Ros — Pak Joseph

“Sebagai ayah, Pak Joseph mencintai anaknya dengan cara yang ia pahami. Kadang, cinta itu berubah menjadi kontrol, tetapi dasarnya selalu rasa takut kehilangan.”

 

 

Dewi Irawan — Bu Maria

“Maria berada di tengah dua dunia: dunia anaknya dan dunia keyakinan yang ia pegang. Perannya mengajarkan bahwa seorang ibu kadang harus belajar melepaskan, meski hatinya belum siap.”

 

Yama Carlos — Ramli

“Ramli menunjukkan bahwa perbedaan tidak selalu memisahkan. Ia hadir sebagai pengingat bahwa kebaikan lintas keyakinan itu nyata.”

 

 

Almeera Quinn — Alya

“Alya melihat semuanya dari tempat yang polos. Justru kepolosan itulah yang memantulkan kebenaran tanpa beban prasangka.”

 

 

Matthew Williams — Ethan

“Bekerja dalam produksi lintas negara memberi saya perspektif bahwa pencarian jati diri adalah tema universal. Semua budaya, semua keluarga mengalaminya.”


Press Screening: Ketegangan dari Dada, Bukan dari Tokoh Antagonis

Ketika film diputar untuk pertama kalinya di hadapan media, satu hal langsung terasa: Air Mata Mualaf tidak menempatkan siapa pun sebagai pihak yang harus disalahkan. Tidak ada antagonis klasik, karena konflik justru tumbuh dari kecamuk emosi para karakter.
Ada yang mempertahankan tradisi, ada yang ingin memahami, dan ada yang memilih melangkah meski mengetahui konsekuensinya.

Indra Gunawan secara konsisten menyusun film sebagai drama pilihan hidup—bukan pertarungan agama. Penonton diajak masuk ke ruang-ruang hening antara keluarga Anggie yang sedang berusaha saling mengerti, meski sering kali gagal.


Kolaborasi Tiga Negara

Proyek ini melibatkan talenta dari Indonesia, Malaysia, dan Australia, menghadirkan tekstur budaya yang memperkaya dinamika ceritanya. Kehadiran aktor internasional seperti Matthew Williams menambah nuansa global yang tetap terasa membumi.


Refleksi dan Harapan

Di akhir sesi dialog, Indra Gunawan kembali menegaskan pesan film:

“Kami tidak sedang menawarkan kepastian. Yang kami suguhkan adalah perjalanan—dan setiap penonton berhak menafsirkan ujungnya.”

Sementara itu, Dewi Amanda berharap film ini menjadi pemantik percakapan baru di keluarga-keluarga Indonesia.

“Pilihan hidup bukan soal menang-kalah. Ini tentang bagaimana kita tetap saling memeluk meski berdiri di titik yang berbeda.”


Menuju Layar Lebar


Gala premiere ditutup dengan antusiasme para undangan yang tampak tersentuh oleh pendekatan emosional film ini. Tanpa dramatisasi yang berlebihan, Air Mata Mualaf justru menghadirkan kekuatan dari kejujuran cerita dan konflik manusiawi yang dekat dengan keseharian banyak keluarga.

Film ini mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 27 November 2025, sebelum melanjutkan perjalanan rilisnya di Asia Tenggara dan Timur Tengah.


06 November 2025

LEWAT KUNCEN, HERS PRODUCTION AJAK ATTA HALILINTAR DAN JOSE POERNOMO KOLABORASI


Jakarta, 6 November 2025 – Momentum kebangkitan sinema horor Indonesia semakin diperkuat dengan hadirnya Kuncen, sebuah proyek ambisius yang mempertemukan maestro genre horor, Jose Poernomo, dengan kekuatan branding dari produser eksekutif Atta Halilintar dan Heera Syahir (di bawah naungan HERS Productions dan Cinevara Studio). Film ini resmi tayang hari ini, serentak di seluruh bioskop Indonesia.

Kuncen hadir bukan sekadar sebagai tontonan yang menguji adrenalin, tetapi juga upaya kolaboratif untuk mengangkat narasi mitologi lokal ke panggung sinema modern.


Strategi Jose Poernomo: Atmosfer Kelam di Kaki Gunung

Jose Poernomo, yang dikenal dengan kemampuannya menciptakan atmosfer horor yang sunyi dan mencekam, memilih latar Gunung sebagai panggung utama teror. Ia meramu kisah tentang sekelompok anak muda kota yang nekat memasuki wilayah suci demi mencari seorang kekasih yang hilang.


Plot kuncinya terletak pada kematian misterius sang Kuncen (Juru Kunci) gunung. Kematian ini memicu kekacauan dimensi gaib, menjebak para pendaki dalam serangkaian teror brutal. Alih-alih melarikan diri, mereka justru dipaksa terlibat dalam pencarian sosok Penerus Kuncen untuk memulihkan keseimbangan dan menyelamatkan diri.


"Film ini adalah tentang konsekuensi saat kita meremehkan apa yang sudah diyakini oleh leluhur. Kami ingin penonton merasakan horor yang otentik, di mana gunung bukan hanya tempat healing, tapi juga tempat persemayaman kekuatan yang tak terjamah," - jelas Jose Poernomo mengenai visinya.


Keterlibatan Produser Eksekutif dan Target Audiens

Kehadiran Atta Halilintar sebagai salah satu Produser Eksekutif menjadi sorotan, menandakan pergeseran peran influencer besar dalam industri film, khususnya dalam menjembatani film dengan audiens muda yang masif.


"Kami melihat potensi besar pada cerita Kuncen, terutama karena mengangkat isu budaya dan mistis yang dekat dengan masyarakat Indonesia, dikemas dengan pace yang relevan untuk Generasi Z," - ujar perwakilan dari HERS Productions.


Dengan line-up pemain muda seperti Azela Putri, Cinta Brian, dan Davina Karamoy, Kuncen diposisikan untuk menarik minat penonton remaja dan dewasa muda yang menyukai kombinasi horor yang intens dengan bumbu drama persahabatan dan petualangan.


Teknik Sinematografi dan Penggunaan Lokasi Nyata

Kualitas produksi Kuncen tampak menonjol dari trailer yang dirilis. Jose Poernomo memanfaatkan sepenuhnya lanskap gunung yang berkabut dan terisolasi untuk membangun ketegangan visual.

Penggunaan lokasi syuting di kawasan gunung berapi dilaporkan menjadi tantangan tersendiri, namun memberikan imersi dan kedalaman realisme yang sulit dicapai di studio. Film ini berjanji menyajikan mood yang kelam, diperkuat oleh scoring musik yang mencekam, jauh dari kesan horor yang terlalu pop dan mudah terlupakan.


Kuncen diharapkan dapat memberikan standar baru bagi sub-genre horor petualangan di Indonesia, membuktikan bahwa sinema horor lokal mampu bersaing dengan menawarkan kisah yang berakar kuat pada mitologi nusantara.


Jangan lewatkan penayangan perdananya di bioskop favorit Anda!

Tayang Serentak Di Seluruh Bioskop Mulai 6 November 2025

 

25 Oktober 2025

SORAYA INTERCINE FILMS TIBA-TIBA RILIS TEASER POSTER “LABAH-LABAH MERAH” KARYA KUS BRAM

 
TEASER POSTER LABAH-LABAH MERAH

Jakarta, 25 Oktober 2025 – Kabar mengejutkan datang dari rumah produksi terkemuka, Soraya Intercine Films. Secara tiba-tiba dan tanpa pengumuman sebelumnya, Soraya Intercine Films lewat kanal resmi akun instagramnya merilis Teaser Poster resmi untuk film terbarunya, yang merupakan adaptasi dari karya mega best seller komikus legendaris Indonesia, Kus Bram, berjudul “Labah-Labah Merah”.


Perilisan mendadak ini langsung menggemparkan jagat media sosial dan komunitas pecinta film serta komik Tanah Air, memicu spekulasi dan antisipasi tinggi terhadap proyek yang selama ini tersimpan rapat.


Film “Labah-Labah Merah” diangkat dari salah satu komik culture classic paling populer di masanya, yang dikenal dengan alur cerita yang intens, misteri yang mencekam, dan karakter ikonik. Keputusan Soraya Intercine Films untuk menghidupkan kembali superhero karya fenomenal Kus Bram ini menunjukkan komitmen rumah produksi tersebut dalam mengangkat kekayaan intelektual (IP) lokal ke layar lebar dengan standar produksi yang tinggi.


Teaser Poster yang dirilis menampilkan siluet misterius berwarna merah di tengah atas awan dengan tulisan ikonik ‘Labah-Labah Merah’ yang mencolok. Estetika visual yang disajikan menjanjikan sebuah film aksi yang berani.


Sepertinya pihak Soraya Intercine Films sangat antusias akhirnya bisa berbagi kabar ini kepada publik, karena Labah-Labah Merah adalah harta karun sinema Indonesia. Soraya Intercine Films telah mempersiapkan adaptasi ini dengan sangat hati-hati untuk menghormati visi asli Kus Bram, sekaligus menyajikannya dengan treatment modern yang relevan bagi penonton hari ini. Teaser poster ini adalah teaser pertama dari kejutan besar yang akan datang.


Hingga rilis ini diturunkan, detail mengenai sutradara, jajaran pemain, dan jadwal tayang resmi masih dirahasiakan oleh Soraya Intercine Films. Perilisan Teaser Poster ini secara efektif telah menempatkan “Labah-Labah Merah” sebagai salah satu film Indonesia yang paling dinantikan di tahun mendatang.


Publik diimbau untuk terus memantau kanal resmi Soraya Intercine Films untuk pembaruan dan pengumuman selanjutnya.