Kembalinya Sang Ratu Teror: Trois Films Rilis Poster Resmi "LIFT", Sajikan Ketegangan Psikologis dari Produser "The Raid"
JAKARTA, 23 Desember 2025 – Industri perfilman Indonesia kembali bersiap menyambut sebuah sajian thriller psikologis yang menjanjikan ketegangan maksimal. Rumah produksi Trois Films secara resmi meluncurkan poster utama untuk film terbaru mereka yang bertajuk "LIFT". Tidak hanya sekadar memamerkan visual, poster ini menjadi sinyal kuat kembalinya Shareefa Daanish ke genre "berdarah" yang sempat membesarkan namanya di kancah internasional.
Visual Simbolis: Ruang Sempit dan Tekanan Mental
Dalam poster resminya, LIFT menggunakan lift bukan hanya sebagai latar tempat, melainkan sebagai pusat manifestasi ketakutan. Visual tersebut memperlihatkan dua karakter utama, yakni Ismi Melinda dan Shareefa Daanish, yang berada di dalam kompartemen lift berbeda namun terhubung oleh nuansa teror yang sama.
Penggunaan palet warna yang kontras dengan aksen cipratan darah yang mencolok di dinding ruang sempit tersebut seolah berbicara banyak. Ekspresi wajah Ismi dan Shareefa mengisyaratkan dinamika relasi yang kompleks—sebuah permainan kuasa dan tekanan mental yang akan menjadi mesin utama penggerak narasi film ini. Komposisi visual ini dengan tegas menyampaikan pesan bahwa ancaman dalam LIFT tidak hanya bersifat fisik, melainkan serangan langsung terhadap psikis penonton.
Kembalinya Shareefa Daanish: Nostalgia Horor Brutal
Kehadiran Shareefa Daanish dalam proyek ini menjadi magnet utama. Publik tentu belum lupa dengan performa ikoniknya sebagai tokoh antagonis berdarah dingin dalam Rumah Dara. Setelah sekian lama, Shareefa kembali menjelajahi wilayah gelap dan brutal yang menuntut kedalaman akting psikologis.
"Peran Shareefa dalam film ini menawarkan lapisan emosi yang sangat intens. Ini bukan sekadar horor biasa, tapi sebuah eksplorasi karakter yang akan mempertegas posisinya sebagai figur prominen dalam lanskap film horor dan thriller Indonesia," ungkap pihak perwakilan Trois Films.
Sinopsis: Menguak Dosa Masa Lalu Melalui Interkom
LIFT membawa penonton ke gedung PT Jamsa Land, enam tahun setelah sebuah tragedi kecelakaan lift yang merenggut nyawa banyak orang. Fokus cerita tertuju pada Linda (Ismi Melinda), seorang staf humas yang terjebak di dalam lift sendirian.
Namun, Linda tidak benar-benar sendiri. Sebuah suara misterius muncul melalui interkom, menerornya dengan ancaman yang nyata: anaknya telah disandera. Linda dipaksa masuk ke dalam permainan berbahaya di mana ia harus mengikuti serangkaian perintah melalui suara tersebut. Tanpa disadari, instruksi-instruksi itu perlahan membuka luka lama dan rahasia kelam di balik tragedi berdarah enam tahun silam yang selama ini terkubur rapat.
Sentuhan Magis Produser "The Raid"
Kualitas produksi LIFT tidak perlu diragukan lagi dengan keterlibatan nama besar di balik layar. Disutradarai oleh Randy Chans, film ini diproduseri oleh Adha Riantono bersama Ario Sagantoro. Nama Ario Sagantoro telah tercatat dalam sejarah emas sinema Indonesia sebagai sosok di balik suksesnya The Raid dan The Raid 2.
Jika dalam The Raid penonton disuguhi adrenalin melalui aksi laga monumental, lewat LIFT, Ario menghadirkan ketegangan dengan pendekatan yang berbeda. Fokusnya kali ini adalah ketegangan yang dibangun secara perlahan (slow-burn) namun terasa menghimpit, menciptakan suasana klaustrofobik yang membuat penonton seolah ikut terjebak di dalam lift.
Prestasi Sebelum Tayang: Diakui di Kancah Global
Meski baru akan tayang luas di bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026, LIFT sudah lebih dulu mencuri perhatian dunia. Film ini berhasil menembus kurasi sebagai Official Selection di Dubai City Film Festival 2025.
Lebih membanggakan lagi, LIFT memborong empat nominasi bergengsi di Los Angeles Fantasy Fest 2025, antara lain untuk kategori:
• Best Feature Film
• Best Director (Randy Chans)
• Best Screenplay
• Best Cinematography
Jajaran Cast dan Kampanye Digital
Selain duet maut Ismi Melinda dan Shareefa Daanish, film ini juga didukung oleh jajaran aktor watak yang solid seperti Verdi Solaiman, Alfie Alfandy, Max Metino, dan Luthi Sputra.
Trois Films mengajak seluruh pencinta film untuk terus memantau informasi terbaru melalui akun Instagram resmi @lift.movie dan @trois.films. Gunakan tagar #TerjebakHidupMati untuk bergabung dalam percakapan mengenai film yang digadang-gadang akan menjadi thriller psikologis terbaik di tahun 2026 ini.
Tentang Trois Films
Trois Films adalah rumah produksi visioner yang berdedikasi melampaui batasan konvensional dalam bercerita. Melalui tim profesional yang penuh gairah, mereka berkomitmen menghadirkan pengalaman sinematik yang tak terlupakan bagi penonton global. Setelah LIFT, Trois Films kini tengah menyiapkan proyek ambisius berikutnya yang berjudul "Dadu".








0 comments:
Posting Komentar