PRESS CONFERENCE LAUNCHING OFFICIAL TEASER POSTER & TRAILER
FILM “MENANG UNTUK KALAH”
JAKARTA — Rumah produksi Para Kreator (PT Panca Rahayu Kreasindo) secara resmi merilis official teaser poster dan trailer dari film drama terbarunya yang berjudul Menang Untuk Kalah. Mengusung isu krusial namun sering diabaikan dalam lingkup domestik—yakni manajemen finansial keluarga—film ini dijadwalkan bakal menyapa penonton di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 19 November 2026.
Peluncuran material promosi perdana ini memberikan gambaran awal mengenai intensitas cerita yang dibangun oleh sutradara Hasto Broto. Melalui cuplikan adegan yang dibagikan, penonton langsung disuguhkan pada dinamika rumah tangga yang awalnya tampak ideal, namun perlahan tergerus oleh ambisi materialistis dan keputusan finansial yang keliru.
Sentuhan Skenario Jujur Prananto dan Pendekatan Emosional Hasto Broto
Naskah film Menang Untuk Kalah dikerjakan oleh maestro penulisan skenario Indonesia, Jujur Prananto. Nama besar di balik kesuksesan film-film ikonis seperti Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta? ini, kembali membuktikan kepiawaiannya dalam meramu narasi. Jujur merangkai konflik finansial keluarga ini senatural dan sedekat mungkin dengan realitas sosial sehari-hari, membuat batas antara fiksi dan kenyataan di bioskop terasa begitu tipis.
Dari kursi penyutradaraan, Hasto Broto menerapkan pendekatan emosional yang mendalam tanpa terjebak dalam dramatisasi berlebihan. Setiap eskalasi emosi—mulai dari gelak tawa, kehangatan domestik, hingga tetes air mata keputusasaan—dieksekusi secara organik. Hasto juga sukses memprovokasi kemampuan akting tingkat tinggi dari jajaran pemeran utamanya.
Film ini diperkuat oleh kolaborasi lintas generasi aktor dan aktris papan atas Indonesia. Surya Saputra dipercaya menghidupkan karakter Bima sebagai kepala keluarga, berpasangan dengan Lulu Tobing yang memerankan sang istri, Dewi. Sementara itu, lini remaja diisi oleh Ajil Ditto (sebagai Rako) dan Putri Ziani (sebagai Reina). Kehangatan keluarga ini turut diperkaya oleh kehadiran aktris senior Yessy Gusman sebagai Eyang Lastri, serta Allesandrio Reinhard Karamoy sebagai Stefan. Tak ketinggalan, deretan pemeran pendukung kawakan seperti Tike Priatnakusumah (Ibu Direktur), Beddu (Samsul), dan Tigor (Debt Collector) turut memberikan warna kuat dalam jalinan konflik cerita.
Rekor Baru: Film Indonesia dengan Original Soundtrack Terbanyak
Selain kekuatan cerita dan akting, Menang Untuk Kalah juga menorehkan catatan impresif di departemen musik. Karya garapan Para Kreator ini tercatat sebagai film Indonesia dengan jumlah Original Soundtrack (OST) terbanyak yang diproduksi secara khusus, yakni mencapai 16 judul lagu.
Deretan musisi yang terlibat menyumbangkan karya magisnya untuk menyatu dengan tiap adegan meliputi Band Sound Of Panca, Rudy Nugraha (eks Caffeine), YannaHead, Band Strip-457, hingga Band Candu. Lirik-lirik lagu tersebut dirancang begitu relate dengan pergulatan batin para karakter, siap mengoyak emosi penonton di sepanjang pemutaran film.
Secara teknis, proses produksi film ini memakan waktu total sekitar 10 bulan, mulai dari tahap pengembangan naskah (script development) hingga penyuntingan akhir (final editing). Sesi pengambilan gambar utama sendiri berlangsung selama 22 hari dengan mengambil latar lanskap estetis di kawasan Bandung Raya.
Sinopsis Singkat: Ketika Solusi Instan Menjadi Malapetaka
Menang Untuk Kalah berpusat pada kehidupan Bima dan keluarganya yang harmonis bersama Dewi, serta dua anak remaja mereka, Rako dan Reina. Titik balik kehidupan mereka bermula ketika berhasil mengumpulkan uang muka untuk membeli rumah impian secara kredit, disusul pembelian perabotan mewah dalam skala besar.
Alih-alih mengerem pengeluaran saat kondisi finansial mulai menipis, Bima justru mengambil keputusan berisiko tinggi demi menuruti gengsi dan kebutuhan sekunder: mengganti mobil yang masih layak dengan kendaraan lebih mahal, serta membelikan motor baru untuk Rako—semuanya dilakukan melalui skema kredit.
Beban cicilan yang menumpuk dari penghasilan Bima sebagai pekerja lepas proyek membuat arus kas keluarga kolaps. Demi menutupi defisit bulanan, Bima terpaksa mengorbankan salah satu kewajiban finansial krusial keluarga. Puncaknya, ketika sebuah insiden tak terduga menuntut biaya besar, Bima mengambil jalan pintas yang ekstrem tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan istrinya. Keputusan instan tersebut justru memicu efek domino yang menghancurkan stabilitas keluarga secara jangka panjang.
Tentang Produksi
Di balik layar, film ini dikawal oleh deretan profesional berpengalaman di industri hiburan tanah air, di antaranya Salman Alfarisy selaku Produser sekaligus penggagas ide cerita, berdampingan dengan Hasto Broto sebagai sutradara dan ko-produser. Jajaran produser eksekutif dan ko-produser turut memperkuat berjalannya proyek ambisius dari PT Panca Rahayu Kreasindo ini.
Dengan dirilisnya official teaser poster dan trailer ini, Menang Untuk Kalah menjanjikan sebuah tontonan drama keluarga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan refleksi moral tentang pentingnya kebijaksanaan finansial.
Saksikan kisah perjuangan Bima dan keluarganya di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.







0 comments:
Posting Komentar