This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

24 Februari 2026

"KARYA REELS BERSAMA ERMA FATIMA, DOBRAK STANDAR SERIAL DRAMA DIGITAL LEWAT "JANGAN PANGGIL AKU GUS"

FilmLokal.id - Industri konten kreatif tanah air kembali menyaksikan sebuah terobosan besar melalui kolaborasi lintas negara. Karya Reels, platform penyedia drama pendek vertikal terdepan, secara resmi merilis cuplikan (teaser) dari serial terbaru mereka yang paling dinantikan tahun ini, “Jangan Panggil Aku Gus”.

Proyek ambisius ini mempertemukan tangan dingin sutradara legendaris asal Malaysia, Erma Fatima, dengan aktris berbakat Indonesia, Elina Joerg. Kolaborasi ini tidak hanya menjanjikan kualitas visual sinematik, tetapi juga narasi berani yang menyentuh isu sosial dan religiusitas yang sensitif.

Ledakan Emosi dan Transformasi Elina Joerg

Dalam video teaser berdurasi 30 detik yang kini viral di media sosial, Elina Joerg tampil memukau dengan transformasi peran yang sangat kontras dari citra sebelumnya. Memerankan karakter wanita yang berada di titik nadir kehidupannya, Elina menunjukkan acting range yang luar biasa—bertransisi dari kerapuhan yang menyayat hati menuju kemarahan yang meluap.

Visual Elina yang mengenakan hijab cokelat dengan latar malam yang remang-remang berhasil menciptakan atmosfer intimacy yang kuat. Salah satu potongan dialog yang menjadi sorotan tajam netizen adalah:

“Setelah dia ngancurin hidup aku, kamu bilang tenang? Dia datang, Gung, dengan janji pernikahan. Dan dia datang juga dengan ayat-ayat Tuhan di mulutnya, Gung!”

Sentuhan Magis Erma Fatima: Estetika Sinematik dalam Format Vertikal

Kehadiran Erma Fatima sebagai sutradara memberikan jaminan kualitas setingkat layar lebar pada format drama pendek. Dikenal di Malaysia sebagai sineas yang visioner dan tak gentar mengangkat isu tabu, Erma membawa teknik pengambilan gambar close-up yang intens, memungkinkan penonton merasakan setiap getaran emosi, kerutan dahi, hingga sorot mata pemain secara mendalam.

"Kami ingin menciptakan standar baru bagi konten web-series di Indonesia. 'Jangan Panggil Aku Gus' bukan sekadar tontonan singkat, melainkan sebuah pernyataan seni tentang luka, pengkhianatan, dan keberanian mengungkap kebenaran di balik jubah religiusitas," ungkap perwakilan dari Karya Reels.

Isu Sosial dan Fenomena "Gus"

Judul serial ini sendiri menjadi pusat ironi yang menarik perhatian. Kata “Gus”—panggilan kehormatan bagi putra ulama di lingkungan pesantren—digunakan sebagai kritik sosial terhadap oknum yang menyalahgunakan status sosial dan agama untuk memanipulasi orang lain. Drama ini diharapkan dapat memicu diskusi positif mengenai integritas dan nilai-nilai kejujuran di tengah masyarakat.

Selain Elina Joerg, serial ini juga diperkuat oleh jajaran bintang ternama seperti Vanidah Imran dan Umie Aida, yang masing-masing akan memboyong karakter kuat ke dalam alur cerita yang penuh kejutan (suspense).

Antisipasi Publik

Sejak diunggah di akun Instagram @karyareelsofficial, ribuan netizen telah membanjiri kolom komentar dengan pujian atas kualitas akting Elina yang dianggap sangat "nyata" dan menggugah perasaan. Dengan tagar #JanganPanggilAkuGus, drama ini diprediksi akan menjadi tren baru dalam konsumsi konten digital yang ringkas namun sarat makna.

Pemirsa dapat menyaksikan perkembangan terbaru, teaser eksklusif pemeran lainnya, serta pengumuman tanggal rilis resmi melalui akun Instagram resmi @karyareelsofficial.


Tentang Karya Reels:

Karya Reels adalah platform digital inovatif yang berfokus pada produksi dan distribusi drama pendek format vertikal. Dengan visi membawa kualitas sinema ke genggaman ponsel, Karya Reels bekerja sama dengan sineas-sineas terbaik di Asia Tenggara untuk menghadirkan cerita yang relevan dan berdampak.

20 Februari 2026

“JANGAN PANGGIL AKU GUS”, JUDUL FILM TERBARU ERMA FATIMA?

Source: Akun Instagram @ermafatima

Sutradara kenamaan, Erma Fatima, kembali mencuri perhatian netizen lewat unggahan misterius di akun Instagram pribadinya. Setelah beberapa hari lalu sempat membagikan rangkaian foto yang mengundang tanda tanya, kali ini ia kembali dengan konsep yang jauh lebih minimalis namun "bertenaga".

Erma memposting beberapa slide gambar dengan latar putih bersih yang hanya berisi kalimat-kalimat singkat. Namun, yang paling menarik perhatian adalah slide terakhir yang memuat tulisan tegas: “JANGAN PANGGIL AKU GUS.”

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari para pengikutnya dan pemerhati industri film. Banyak yang berspekulasi bahwa ini adalah strategi pemasaran atau teaser untuk proyek layar lebar atau drama terbaru yang akan dirilis menyambut bulan suci Ramadhan.

Spekulasi ini bukan tanpa alasan. Erma Fatima dikenal sebagai sineas yang kerap mengangkat isu-isu sosial dan religi dengan sudut pandang yang tajam. Kalimat "Jangan Panggil Aku Gus" seolah memberikan sinyal adanya konflik identitas atau kritik sosial yang akan menjadi inti cerita dari karya terbarunya.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Erma Fatima mengenai apakah unggahan tersebut merupakan judul film, serial, atau sekadar kampanye kesadaran tertentu. Namun yang pasti, netizen sudah mulai bisa menebak-nebak siapa aktor yang akan memerankan karakter "Gus" tersebut.


Apakah LUKMAN SARDI yang akan memerankan tokoh GUS seperti pada foto postingan sebelumnya?

Pantau terus semua update perfilman hanya di FilmLokal.id




17 Februari 2026

MENGUNCI RUANG, MENGUJI KUASA: "LIFT" SIAP HADIRKAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KRITIK SOSIAL DI BIOSKOP


Jakarta, 13 Februari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan sebuah eksplorasi genre yang berani melalui karya terbaru produksi Trois Films dan Maxima Pictures. Bertajuk "LIFT", film drama psikologis ini baru saja menggelar sesi press conference yang mengungkap ambisi di balik layar sebelum dijadwalkan menyapa penonton layar lebar pada 26 Februari 2026 mendatang.

Bukan sekadar sajian ketegangan visual, LIFT memosisikan dirinya sebagai metafora tajam atas realitas sosial tentang relasi kuasa yang menindas. Mengambil latar ruang sempit yang akrab dengan keseharian urban, film ini menantang persepsi penonton mengenai kendali, kebebasan, dan insting bertahan hidup manusia di bawah tekanan sistemik.

EKSPLORASI PANGGILAN IMAN DAN DILEMA RESTU: MENGUPAS KEDALAMAN NARASI DALAM RANGKAIAN GALA PREMIERE "ANTARA MAMA CINTA & SURGA : BAHASA CINTA NOMMENSEN"


Jakarta, 16 Februari 2026 – Kemeriahan kawasan Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, sore itu terasa Spektakuler. Karpet merah tidak sekadar menjadi lintasan para cast dan film maker, melainkan pintu masuk menuju sebuah perenungan budaya yang mendalam. PIM Pictures, berkolaborasi dengan HKBP dan BPODT, resmi memperkenalkan karya layar lebar terbaru mereka bertajuk Antara Mama Cinta dan Surga: “Bahasa Cinta Nommensen” dalam rangkaian Press Screening dan Gala Premiere yang emosional.

Film yang dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 Februari 2026 ini, menawarkan sebuah potret jujur tentang gesekan antara tradisi, ekspektasi orang tua, dan panggilan spiritual yang seringkali menjadi "tembok raksasa" bagi generasi muda Batak.

16 Februari 2026

SETELAH 10 TAHUN, ERMA FATIMA DIDUGA KEMBALI MENYUTRADARAI PROYEK TERBARU. LUKMAN SARDI DAN ANNA JOBLING TAMPAK SEBAGAI SALAH SATU PEMERAN DALAM UNGGAHAN BTS.


16 Februari 2026 – Jagat maya mendadak gempar setelah sutradara legendaris Malaysia, Erma Fatima, memecah kesunyian panjangnya. Setelah hampir 10 tahun menepi dari kursi sutradara film layar lebar, maestro di balik karya-karya epik ini tiba-tiba mengunggah rangkaian foto di akun Instagram pribadinya yang menyiratkan sebuah proyek raksasa sedang digodok.

13 Februari 2026

MAHAKARYA PICTURES LUNCURKAN TRAILER RESMI 'PELANGI DI MARS' DENGAN TEKNOLOGI XR MUTAKHIR: SINEMA SCI-FI ANAK PALING SPEKTAKULER


JAKARTA, 13 Februari 2026 – Industri perfilman nasional kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dalam genre fiksi ilmiah (sci-fi) melalui proyek ambisius garapan Mahakarya Pictures. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar megah di Jakarta pada Jumat (13/2), rumah produksi tersebut resmi merilis cuplikan perdana (Official Trailer) film petualangan bertajuk "Pelangi di Mars".

OFFICIAL TRAILER "PELANGI DI MARS"

Film yang dijadwalkan menjadi suguhan utama keluarga pada momen Lebaran 18 Maret 2026 ini, tidak hanya menawarkan narasi petualangan ruang angkasa, tetapi juga membawa misi besar untuk merevitalisasi tontonan anak Indonesia yang selama ini dinilai mengalami kelangkaan materi (under supply).

MENGINTIP KEAJAIBAN DUNIA LEWAT MATA NA WILLA : VISINEMA STUDIOS RESMIKAN POSTER DAN TRAILER UNTUK SAMBUT LEBARAN 2026

 

JAKARTA, 12 Februari 2026 – Industri sinema tanah air kembali bersiap menyambut sebuah karya yang hangat dan reflektif. Visinema Studios secara resmi menggelar konferensi pers untuk meluncurkan official trailer dan poster film "Na Willa". Bertempat di Jakarta, acara ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan visual perdana, tetapi juga sebuah pernyataan posisi Visinema dalam mempertegas standar baru film keluarga di Indonesia.

Dijadwalkan tayang sebagai sajian utama libur Lebaran 2026, Na Willa diposisikan sebagai "perayaan terbesar bagi keluarga". Film ini merupakan debut penyutradaraan live-action bagi Ryan Adriandhy, sosok kreatif di balik kesuksesan film animasi JUMBO, yang kali ini berkolaborasi dengan penulis kenamaan Reda Gaudiamo.

AIR MATA DAN PENYESALAN : GALA PREMIERE 'TITIP BUNDA DI SURGA-MU GUNCANG EMOSI PUBLIK

 

JAKARTA, 12 Februari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali menyuguhkan sebuah drama keluarga yang menyentuh relung hati terdalam. RRK Pictures, berkolaborasi dengan Spectrum Film dan Festival Pictures, secara resmi melangsungkan Gala Premiere dan konferensi pers untuk film terbaru mereka, "Titip Bunda di Surga-Mu". Bertempat di CGV Grand Indonesia, acara ini tidak hanya menjadi ajang pamer perdana bagi karya sutradara kondang Hanny R. Saputra, namun juga menjadi saksi bisu pecahnya isak tangis dari para penonton yang hadir.

Sejak lampu studio meredup hingga credit title berakhir, suasana haru begitu kental terasa. Film ini seolah menjadi cermin bagi banyak keluarga di Indonesia, mengangkat tema universal mengenai hubungan orang tua dan anak, ego yang membentur kasih sayang, serta pedihnya sebuah penyesalan yang datang terlambat.


Ansambel Cast yang Memikat dan Emosional

Kekuatan utama dari "Titip Bunda di Surga-Mu" terletak pada jajaran pemainnya yang lintas generasi. Kehadiran aktor watak sekelas Meriam Bellina yang memerankan sosok Ibu Mozza menjadi magnet utama. Meriam dinilai sukses mentransformasikan dirinya menjadi pilar kekuatan keluarga yang tegar meski menyimpan luka batin yang mendalam.


Dalam sesi konferensi pers, Meriam Bellina berbagi refleksi mendalam mengenai karakter yang ia mainkan:

"Peran Ibu Mozza ini adalah sebuah pengingat, bukan hanya bagi anak untuk menghargai orang tua, tapi juga bagi kita sebagai orang tua untuk belajar mengerti dan memaafkan anak-anak. Ini adalah proses saling menerima," tuturnya dengan penuh penghayatan.

Selain Meriam, film ini turut diperkuat oleh akting gemilang dari:

  • Kevin Julio dan Abun Sungkar yang berperan sebagai anak-anak dengan dinamika konflik yang intens.

  • Ikang Fawzi, Natalie Zenn, Arfan Afif, Chiki Fawzi, Asri Welas, hingga Zora Vidyanata yang selain berakting juga bertindak sebagai penulis skenario.

Kevin Julio mengungkapkan bahwa chemistry yang terbangun di set sangatlah organik. Meskipun dalam skenario mereka sering terlibat perselisihan sengit, di balik layar mereka telah bertransformasi menjadi keluarga sungguhan yang saling mendukung dan penuh canda tawa.


Narasi Penyesalan dan Kasih yang Tak Terucap

"Titip Bunda di Surga-Mu" membawa penonton pada perjalanan emosional Ibu Mozza yang berjuang menjaga keutuhan keluarga di tengah badai konflik. Ketika sebuah rahasia besar tersingkap dan waktu perlahan mulai habis, penonton diajak bertanya pada diri sendiri: "Masih sempatkah kita mengucap maaf?"

Sentuhan magis juga datang dari Nabila Maharani yang membawakan original soundtrack (OST) secara langsung di dalam studio. Alunan lagu yang liriknya senada dengan napas film ini semakin memperdalam suasana melankolis malam itu. Sebagai bentuk penghormatan bagi sosok ibu, pihak penyelenggara juga membagikan mawar putih kepada beberapa ibu yang hadir, simbol cinta dan apresiasi yang tulus.

10 Februari 2026

​DEKONSTRUKSI GENRE DALAM "SETAN ALAS!": UPAYA YUSRON FUADI MENGGUNCANG PAKEM HOROR NASIONAL



JAKARTA, 10 Februari 2026 – Riuh rendah bioskop Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Selasa malam (10/02) menjadi saksi lahirnya babak baru dalam sinema horor Indonesia. Film "Setan Alas! (The Draft!)" resmi melangsungkan Gala Premiere dan Press Conference di hadapan awak media serta pemerhati film tanah air. Di bawah arahan sutradara visioner Yusron Fuadi, film ini menjanjikan lebih dari sekadar teror visual, melainkan sebuah eksperimen meta-horor yang berani keluar dari zona nyaman jumpscare konvensional.

07 Februari 2026

MENGGALI TEROR MITOS POHON KERAMAT, FILM 'WARU' GELAR GALA PREMIERE DI EPICENTRUM XXI

 

Jakarta, 6 Februari 2026 – Atmosfer mencekam menyelimuti Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Jumat malam. Rumah produksi Adglow Pictures bersama Suraya Filem, Film Q, dan Megah Sinema Indonesia resmi menggelar Press Conference dan Gala Premiere untuk karya horor terbaru mereka yang bertajuk WARU.


Film yang dijadwalkan meneror layar lebar mulai 12 Februari 2026 ini mengangkat sisi gelap kearifan lokal tentang pohon Waru—sebuah tanaman yang secara botani memberikan keteduhan, namun dalam kepercayaan masyarakat Jawa, menyimpan energi gelap sebagai persemayaman makhluk tak kasat mata.

05 Februari 2026

KONSEKUENSI PERJANJIAN GELAP: 'WARU' RILIS POSTER DAN TRAILER RESMI, SIAP HANTUI BIOSKOP 12 FEBRUARI 2026

OFFICIAL POSTER FILM WARU

Industri perfilman horor tanah air kembali bersiap menyambut kehadiran entitas mistis baru melalui film WARU. Menjelang perilisannya, pihak rumah produksi secara resmi meluncurkan official poster dan trailer yang menyingkap tabir gelap dibalik pohon keramat yang menjadi sumber petaka sebuah keluarga.

Visual Poster: Simbolisme Ancaman yang Senyap

Poster resmi yang dirilis menampilkan komposisi estetik namun ganjil, menonjolkan elemen pohon Waru yang secara historis sering dikaitkan dengan kisah-kisah mistis di berbagai daerah di Indonesia. Dengan palet warna yang gelap dan saturasi yang rendah, poster ini berhasil menangkap esensi isolasi dan teror. Penempatan karakter utama di antara bayangan pohon memberikan kesan bahwa ancaman dalam film ini bersifat purba dan tak terhindarkan.


OFFICIAL POSTER FILM WARU

Trailer: Eskalasi Ketegangan dan Teror Gaib

Berlanjut ke cuplikan video berdurasi singkat, trailer WARU yang baru saja dirilis dibuka dengan atmosfer yang tenang namun menyesakkan. Penonton diajak memasuki dinamika sebuah keluarga yang perlahan hancur akibat usikan entitas yang menghuni pohon tersebut. Kehidupan Lydia perlahan hancur oleh kekuatan luar nalar hingga ia kerap mengalami kerasukan. Dalam keputusasaannya, ia meminta putrinya, Nadine (Bella Graceva), untuk kembali ke kampung halaman demi memusnahkan pohon terkutuk yang menjadi akar penderitaan mereka.

02 Februari 2026

ULASAN FILM RAJAH: MANIFESTASI ESTETIKA MISTIS DALAM TEROR PSIKOLOGIS NUSANTARA

 

Film horor Indonesia kembali memasuki babak baru di tahun 2026 melalui karya terbaru sutradara R Jiwo Kusumo, bertajuk RAJAH. Diproduksi oleh Eight Senses Film, sinema ini bukan sekadar mengeksploitasi jump scare murah, melainkan sebuah eksplorasi seni dekoratif mistis yang dibalut dengan ketegangan psychological thriller.

1. Narasi dan Kedalaman Filosofis

Secara tematik, RAJAH memposisikan dirinya sebagai "karya sastra visual". Film ini mendefinisikan ulang rajah bukan hanya sebagai goresan fisik, melainkan simbol doa, harapan, dan proteksi spiritual (tolak bala).

Naskahnya berhasil menangkap esensi karakter pemegang Rajah: sosok yang diam, kontemplatif, dan berhati-hati dalam berucap. Premis ini membangun ketegangan organik; penonton dibuat sadar bahwa dalam film ini, kata-kata memiliki kekuatan yang sama mematikannya dengan aksi fisik. Pertanyaan moral yang dilemparkan, "Rajah sejati muncul dari hati yang murni, apakah kamu memilikinya?", menjadi jangkar psikologis yang kuat bagi perkembangan karakter utama.

29 Januari 2026

GALA PREMIERE "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!: SELEBRASI KREATIVITAS MENEMBUS BATAS, " UBAH XXI EPICENTRUM JADI PANGGUNG KARNAVAL HIBURAN DAN KOMEDI

JAKARTA, 28 Januari 2026 – Industri perfilman tanah air kembali mencatatkan momentum penting di awal tahun. Rabu malam ini, jantung sinema ibu kota, XXI Epicentrum, menjadi saksi bisu kemeriahan luar biasa dalam rangkaian Press Screening, Press Conference, dan Gala Premiere film terbaru produksi Tunas Citrasinema Kreatif Entertainment, bertajuk "AIU-EO MACAM BETOOL AJA!".

Meski film ini telah resmi menyapa publik lewat Poster dan Trailer Resminya sejak 12 Januari 2026, gelaran Gala Premiere ini tetap menjadi magnet utama bagi para penikmat sinema dan pelaku industri. Acara ini bukan sekadar seremoni penayangan, melainkan sebuah pernyataan seni dari Executive Producer Cing Kyatt dan Sutradara Etiene Caesar tentang bagaimana komedi romantis dapat dikemas dengan standar estetika yang tinggi.

28 Januari 2026

GALA PREMIERE "TEMAN TEGAR: MAIRA – WHISPER FROM PAPUA": SIMFONI PERJUANGAN MASYARAKAT ADAT DAN TEROBOSAN SINEMA INKLUSIF INDONESA

 

JAKARTA, 27 Januari 2026 – Langit Jakarta malam ini tidak hanya berpendar oleh lampu-lampu kota, melainkan oleh sebuah momentum reflektif yang lahir dari layar perak. Gala Premier film "Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua" garapan sutradara visioner Anggi Frisca bertransformasi menjadi sebuah peristiwa budaya besar yang mempertemukan para pemangku kebijakan, sineas papan atas, dan aktivis kemanusiaan di atas karpet merah yang sarat akan pesan filosofis.

Film ini bukan sekadar sekuel komersial. Ia adalah sebuah manifestasi sinematik yang mencoba menjawab tantangan zaman melalui kacamata kejujuran seorang anak.

MENEMBUS BATAS LOGIKA: FILM "RAJAH" SIAP MENGGUNCANG BIOSKOP DENGAN TEROR PSIKOLOGIS DAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL


JAKARTA - Senayan City XXI 26 Januari 2026 – Di tengah gempuran film horor bertema jump scare instan, Eight Senses Film mengambil langkah berani dengan menghadirkan sebuah narasi yang menggali akar tradisi Nusantara. Melalui film terbaru mereka yang berjudul "RAJAH", penonton akan diajak menyelami kengerian yang lahir dari kekuatan doa, tradisi, dan kemurnian hati.

Setelah sukses mencuri perhatian dalam gelaran Gala Premiere pada 26 Januari 2026, film ini diprediksi menjadi salah satu masterpiece horor thriller tahun ini yang wajib masuk dalam daftar tontonan wajib.

21 Januari 2026

MENCETAK GENERASI BERKARAKTER: AJANG DIDI MEIMEI INDONESIA 2026 SEGERA MASUKI BABAK GRAND FINAL

 

Setelah sukses dengan Didi Meimei Indonesia Tahun 2025 lalu, kini di tahun 2026 Ajang pageant anak-anak bergengsi, Didi Meimei Indonesia, kembali hadir sebagai wadah prestisius bagi pengembangan bakat generasi muda Tionghoa di tanah air. Di bawah naungan organisasi Didi Meimei Indonesia, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan sebuah misi besar untuk membentuk karakter anak yang tangguh, cerdas, dan bangga akan identitas budayanya.

19 Januari 2026

BABAK BARU PERJALANAN KARIR PRILLY LATUCONSINA : “AKU PAMIT” DARI SINEMAKU PICTURES

 

Industri perfilman tanah air dikejutkan dengan pengumuman restrukturisasi internal dari salah satu rumah produksi paling progresif saat ini, Sinemaku Pictures. Melalui unggahan resmi di laman Instagram pribadinya, Prilly Latuconsina menyatakan secara resmi pengunduran dirinya dari entitas yang ia bangun bersama Umay Shahab tersebut.

Bukan sekadar mundur dari operasional harian, aktris yang juga dikenal sebagai produser bertangan dingin ini mengonfirmasi bahwa dirinya telah melepas seluruh kepemilikan saham serta posisinya dalam jajaran direksi Sinemaku Pictures.

Sources : Instagram @prillylatuconsina96

Perpisahan yang Penuh Apresiasi

Dalam pernyataan tertulisnya, Prilly mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang yang telah ditempuh sejak Sinemaku Pictures didirikan. Ia menekankan bahwa keputusannya ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, namun tetap dilandasi dengan rasa hormat terhadap visi kolektif yang selama ini dibangun.

"Aku ingin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama selama ini kepada Umay Shahab dan Ibu Yahni Dhamayanti. Serta tentunya berterima kasih kepada seluruh tim Sinemaku atas kerja keras dan dedikasinya.," ungkap Prilly dalam kutipan unggahannya.

12 Januari 2026

TUNAS CITRASINEMA KREATIF LUNCURKAN POSTER & TRAILER RESMI "MACAM BETOOL AJA": KOMEDI ROMANTIS BERBALUT SABOTASE PERNIKAHAN


JAKARTA, 12 Januari 2026 – Mendekati bulan kasih sayang, industri perfilman tanah air siap disambut dengan suguhan komedi romantis yang menyegarkan. Rumah produksi Tunas Citrasinema Kreatif secara resmi merilis official poster dan cuplikan perdana (trailer) dari film terbaru mereka bertajuk "Macam Betool Aja".

Film ini dijadwalkan menyapa penonton di layar lebar mulai 12 Februari 2026, sebuah momentum yang tepat bagi para pencinta genre rom-com untuk merayakan dinamika cinta dan persahabatan di bioskop.

OFFICIAL POSTER MACAM BETOOL AJA!

Dinamika Freelancer dan Dilema "Cinta vs Cuan"

"Macam Betool Aja" membawa perspektif unik mengenai realita kehidupan pekerja kreatif lepas (freelancer). Cerita berpusat pada trio AIU-EO yang terdiri dari Alung, Igor, dan Ujay. Ketiganya adalah pejuang Event Organizer (EO) yang bermarkas di sebuah ruko sederhana namun memiliki ambisi besar.

Konflik memanas ketika mereka mendapatkan proyek besar dari seorang pengusaha kaya bernama Udin. Namun, profesionalisme mereka diuji saat Igor menyadari bahwa calon mempelai wanita yang pernikahannya harus mereka sukseskan adalah Sofia, sosok dari masa lalunya. Premis ini berkembang menjadi sebuah misi rahasia: menjalankan perintah Sofia untuk menyabotase pernikahan tersebut, yang memaksa mereka memilih antara integritas bisnis atau loyalitas perasaan.

"Kami ingin memotret realita anak muda masa kini yang sedang berjuang membangun mimpi dari nol. 'Macam Betool Aja' adalah bentuk apresiasi kami bagi para pejuang kreatif di Indonesia yang tetap menyisakan ruang bagi cinta di tengah hiruk-pikuk mencari nafkah," ungkap Cing Kyatt, Executive Producer Tunas Citrasinema Kreatif.

OFFICIAL TRAILER MACAM BETOOL AJA!

09 Januari 2026

RILIS OFFICIAL POSTER DAN TRAILER, FILM RAJAH SIAP MENGGALI TEROR IBLIS DI ZAMAN EDAN

OFFICIAL POSTER RAJAH

Rumah produksi Eight Senses Film secara resmi memperkenalkan visual perdana berupa official poster dan trailer dari proyek horor-thriller terbaru mereka yang bertajuk "RAJAH". Film yang dijadwalkan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia pada 26 Februari 2026 ini menjanjikan pengalaman sinematik yang melampaui sekadar teror supranatural, dengan memadukan kekayaan filosofi Jawa dan ketegangan konspirasi modern.


OFFICIAL TRAILER RAJAH

Disutradarai oleh sineas yang dikenal lewat karya dokumenter budaya, R Jiwo Kusumo, film berdurasi 105 menit ini menempatkan esensi kebudayaan sebagai tulang punggung narasi. Melalui tangan dingin produser Ditha Samantha, yang juga turut mengambil peran sentral di depan layar, RAJAH hadir sebagai manifestasi keresahan terhadap fenomena "Zaman Edan" yang diadaptasi ke dalam layar lebar.